Keraton Kadariah

Keraton Kadariah



Keraton Kadariah,Keratonini merupakan peninggalan Kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tanggal 23 Oktober 1771. Letak Keraton ini berada di Kota Pontianak tepatnya di Kelurahan Kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Keraton ini masih menyimpan berbagai macam benda peninggalan seperti Singgasana Raja, Kaca Seribu, Al-Quran tulisan tangan dan silsilah Keturunan Sultan Pontianak dari Sultan pertama yaitu Sultan Syarif Abdurahman Alkadrie hingga Sultan Syarif Hamid Alkadrie yang memerintah pada tahun 1945. Pada bagian depan, tengah, dan kiri depan keraton, pengunjung dapat melihat meriam kuno buatan Perancis dan Portugis.

Pada aula utama keraton ini juga terdapat cermin antik dari Perancis yang oleh masyarakat setempat disebut “kaca seribu”. Mengapa disebut Kaca Seribu, karena cermin ini memantulkan bayangan anda di sisi kiri dan kanan anda. Keraton Kadriah juga masih memiliki koleksi benda- benda bersejarah yang cukup lengkap seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun temurun, benda-benda kuno, barang pecah belah serta foto keluarga Sultan.

Ngomong-ngomong soal Keraton Kadariah tidak bisa lepas dari sejarah berdirinya Kota Pontianak. Perlu anda ketahui, Kata Pontianak sendiri berasal dari nama hantu wanita dalam bahasa Melayu, yang di Jawa dikenal dengan Kuntilanak. Konon ketika tengah menyusuri sungai kapuas untuk membuka kerajaan baru, di suatu tempat yang kini bernama Batulayang, rombongan kapal Syarif Abdurrahman Alkadrie diganggu oleh hantu kuntilanak. Sultan beserta rombongannya pun menembakkan meriam ke hantu kuntilanak tersebut dan memutuskan dimana bola meriam itu jatuh maka disitulah ia akan membangun sebuah rumah atau lebih tepatnya Keraton Kadariah.



Tidak jauh dari Keraton Kadariah alias cukup dengan berjalan kaki, anda akan menemukan Masjid Jami’ Sultan Abdurrahman. Masjid bersejarah yang konon katanya sih dibangun bersamaan dengan Keraton Kadariah dan juga anda bisa menikmati suasana atau melihat-lihat aktivitas di tepian Sungai Kapuas ataupun berkeliling di sekitar Kampung Beting.

0 comments :

Post a Comment

Gunakan kotak komentar untuk bertanya, menambahkan, memberi saran serta berdiskusi. Namun demikian, saye meminta kepada Anda agar jangan sampai menyinggung sesuatu yang berbau SARA. (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).